Alasan Ponsel Samsung “Menang Harga” Dari Xiaomi

Berita Terbaru Gadget Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, mengapa merek smartphone Android yang satu lebih mahal daripada yang lain. Perbedaan harga ini kentara sekali antara merek Samsung dan Xiaomi.

Padahal, keduanya sama-sama mengusung sistem operasi Android, spesifikasinya pun terkadang serupa. Misalnya memiliki kapasitas RAM dan memori internal yang sama, mengusung chipset yang sama, hingga jumlah kamera yang serupa.

Lantas, apa yang membuat harga keduanya terpaut cukup jauh? Dilansir berbagai sumber, ini dia alasan kenapa HP Xiaomi umumnya lebih murah daripada Samsung antara lain :

 

 

Alasan Ponsel Samsung "Menang Harga" Dari Xiaomi

 

 

1. Xiaomi menjalin kerja sama dengan Qualcomm
Jika diamati, smartphone Xiaomi kebanyakan memakai chipset dari Qualcomm. Ternyata keduanya memang sudah menjalin kerja sama.

Artinya, Xiaomi mendapatkan harga chipset yang lebih murah daripada para pesaingnya. Dengan begitu, biaya produksi smartphone pun bisa ditekan. Sementara Qualcomm diuntungkan dari meningkatnya jumlah penggunanya secara global.

2. Samsung kerap melakukan promosi besar-besaran
Samsung selalu mengadakan promosi besar-besaran setiap kali meluncurkan produk baru. Mulai dari menggandeng BLACKPINK dan BTS sebagai brand ambassador, membuat reklame besar di berbagai belahan dunia, hingga menayangkan iklan di televisi. Hal ini jelas memengaruhi harga jual dari produk smartphone miliknya.

Sementara, Xiaomi cukup jarang melakukan promosi. Mereka umumnya hanya memanfaatkan platform online seperti media sosial, website, dan rilis kepada media untuk memperkenalkan produk barunya.

Donovn Sung, Director of Product Management Xiaomi juga pernah menegaskan hal ini. Ia mengatakan bahwa perusahaannya tidak akan menghamburkan uang untuk iklan. Sebab itu bukanlah gaya dari Xiaomi.

Strategi tersebut sah-sah saja, terutama Xiaomi telah memiliki fans tersendiri yang bisa membantu mempublikasikan produk-produknya. Dengan tak ambil pusing akan promosi, Xiaomi pun bisa menekan biaya-biaya yang mereka keluarkan.

3. Xiaomi fokus memasarkan produknya secara online
Samsung membuka banyak toko offline di seluruh dunia, sedangkan Xiaomi fokus untuk memasarkan produknya secara online. Mereka berjualan lewat website, marketplace, dan menitipkan produknya di berbagai distributor ponsel.

Xiaomi juga tidak mempunyai banyak service center resmi di negara selain Tiongkok. Jadi, mereka bisa memangkas biaya untuk pemeliharaan toko, karyawan, teknisi, dan lain sebagainya.

4. Samsung lebih banyak melakukan pengembangan dan inovasi
Sebagai salah satu brand smartphone tertua di dunia, Samsung kerap melakukan inovasi terhadap produknya. Mereka juga mengembangkan prosesor buatan sendiri yang bernama Exynos.

Untuk itu, Samsung menggelontorkan biaya yang tidak sedikit. Jadi, harga yang kamu bayarkan untuk sebuah smartphone Samsung bukan hanya digunakan untuk biaya produksinya saja, tapi juga semua pikiran dan energi yang dicurahkan di dalamnya.

5. Samsung juga “menjual” brand-nya
Saat membicarakan smartphone Android, merek Samsung pasti menjadi yang pertama terpikirkan oleh kita. Ini karena merek ini terkenal dengan reputasi yang baik dan telah menemani kita sedari dulu.

Itulah kenapa Samsung tak ragu menjual produknya di atas harga pasar. Sebab mereka juga menjual brand-nya kepada konsumen. Apa yang dimaksud dengan pernyataan ini?

Brand Samsung terkenal prestisius, kualitasnya tak perlu diragukan lagi, serta digunakan oleh orang-orang kelas menengah atas. Itu yang disebut dengan menjual brand.

Konsumen yang telah percaya pada brand tersebut tidak akan ragu mengeluarkan uang lebih untuk membeli produk Samsung dengan segala image baik yang telah melekat padanya.

6. Xiaomi mempertahankan labelnya sebagai brand yang murah
Dari awal kemunculannya, Xiaomi telah memposisikan dirinya sebagai penyedia smartphone dengan harga murah. Masyarakat pun akhirnya menyematkan label tersebut kepadanya.

Untuk mempertahankan perspektif konsumen akan brand-nya, Xiaomi pun terus membuat smartphone murah namun dengan kualitas yang bisa disandingkan dengan kompetitornya.

Bayangkan jika Xiaomi tiba-tiba menaikkan harganya, konsumen pasti bertanya-tanya dan berekspektasi tinggi dengan produk tersebut. Jika Xiaomi ternyata menghadirkan spesifikasi yang tidak sebanding dengan harganya, konsumen pun akan beralih ke brand lain yang lebih murah atau ke Samsung yang lebih prestisius.

7. Xiaomi menganut strategi profit rendah tapi penjualan tinggi
Alasan terakhir kenapa Xiaomi lebih murah daripada Samsung dan brand lainnya adalah mereka menganut strategi menurunkan profit untuk meningkatkan penjualan.

Bayangkan saja, dengan menjual smartphone murah, Xiaomi tentu bisa menarik lebih banyak konsumen, kan? Terlebih lagi jika spesifikasi produk yang ditawarkan bisa bersaing dengan Samsung dan kompetitor lainnya.

Walaupun untung per itemnya kecil, mereka masih bisa mengejar profit dari penjualan yang tinggi. Dengan begitu, mereka tetap mencapai target sekaligus mengekspansi pasar.

Demikianlah sederet beberapa alasan mengapa smartphone Samsung lebih mahal dan Xiaomi lebih murah. Kamu tim Samsung atau tim Xiaomi, nih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Aplikasi-Aplikasi Pengingat Android Terpopuler Dan Recommended

Thu Aug 27 , 2020
Berita Terbaru Gadget Apakah kamu merasa kesulitan dalam mengingat sesuatu? Mulai dari deadline tugas atau pekerjaan, kata sandi akun media sosial, ide yang tiba-tiba muncul, hingga hari ulang tahun pasangan. Hal ini memang wajar, apalagi dengan banyaknya arus informasi yang kita terima setiap harinya. Namun, jika hal ini mengganggu aktivitasmu […]
Aplikasi-Aplikasi Pengingat Android Terpopuler Dan Recommended