Pemicu-Pemicu Smartphone Diserang Malware

Berita Terbaru Gadget Tentu kita semua tahu apa itu malware. Yang dimana akronim dari malicious software atau perangkat lunak yang berbahaya. Malware menjadi berbahaya sebab bisa merusak perangkat, mencuri data, dan menyebabkan kekacauan pada perangkat digital.Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat smartphone terinfeksi malware. Penasaran apa saja ? Berikut ulasannya :

 

Pemicu-Pemicu Smartphone Diserang Malware

 

 

1. Mengunduh aplikasi berbahaya dari sumber yang tidak aman
Ini adalah metode paling umum yang dipakai peretas untuk menyebarkan malware. Aplikasi yang diunduh dari toko aplikasi resmi seperti Google Play Store dan App Store biasanya aman. Berbeda dengan aplikasi yang diunduh dari website yang diragukan keamanannya.Tetapi, aplikasi dengan malware terkadang berhasil masuk ke toko aplikasi resmi. Contohnya seperti InstaAgent. Aplikasi ini mencuri kredensial pengguna Instagram dan mengirimnya ke server pihak ketiga tanpa sepengetahuan pengguna, jelas laman Security Metrics.

2. Menggunakan sambungan WiFi yang tidak aman
Tak perlu ragu dengan keamanan WiFi yang kita pasang di rumah. Tetapi, kamu perlu waspada jika menggunakan sambungan WiFi di tempat umum, seperti di restoran, kafe, pusat perbelanjaan, bandara, dan lainnya. Kamu bisa mendapatkan akses internet gratis tanpa memerlukan kredensial untuk masuk.Apa yang terjadi jika kita memakai sambungan WiFi yang tidak aman? Perangkat kita rentan terkena malware dan data sensitif dari perangkat rentan terekspos. Sebagai bentuk proteksi, gunakan antivirus paling mutakhir untuk mengamankan perangkat saat terkoneksi dengan WiFi umum. Selain itu, laman Security Metrics menyarankan kita untuk memakai browser versi terbaru.

3. Membuka email yang mencurigakan
Selalu waspada sebelum membuka email. Sebab, malware kerap disusupkan lewat cara ini. Triknya beragam, misalnya ada email yang mengatakan kalau kita mendapatkan hadiah dan mengharuskan kita untuk mengklik tautan.Tidak ada yang terjadi setelahnya. Justru, kita dibawa ke situs tiruan dan malware diam-diam diunduh dan diinstal di perangkat kita. Akibatnya, peretas bisa mengakses dan menyalahgunakan data kita, bahkan bisa menyusupkan virus di dalamnya. Mengerikan!

Ada beberapa cara untuk mengenali email yang berpotensi mengandung malware. Pastikan bahwa email memiliki alamat resmi yang sesuai. Dan jangan sembarangan membuka lampiran atau mengklik link, apalagi jika lampiran tersebut memiliki format file yang mencurigakan, jelas laman Michigan State University.

4. Menggunakan perangkat dengan sistem operasi yang rentan
Terkadang, perangkat seluler kita memiliki kerentanan atau celah yang bisa dimanfaatkan peretas. Kerentanan ini biasanya ditemukan dengan cepat dan diperbaiki. Namun, jika kita tidak memperbarui perangkat lunak secara teratur, gadget kita akan rentan disusupi malware, ujar laman Security Metrics.Maka dari itu, kamu perlu meng-update perangkat lunak dan sistem operasi secara berkala. Ini adalah pengetahuan dasar yang perlu diterapkan, tidak hanya untuk smartphone, tetapi juga untuk perangkat lain seperti PC.

5. Menerima pesan teks dan voicemail yang mencurigakan
Pesan teks dan voicemail sering digunakan peretas untuk melakukan phising. Phising ialah upaya penipuan yang mengincar informasi sensitif, seperti nama pengguna, kata sandi, atau detail kartu kredit dengan menyamar sebagai pihak yang lain atau berpura-pura menjadi sumber yang sah.Tidak hanya mencuri data, terkadang peretas ditargetkan untuk memasang malware di perangkat yang kita gunakan. Untuk memproteksi diri, pastikan pengirim pesan teks atau voicemail adalah pihak resmi. Jangan memberikan informasi sensitif melalui teks dan jangan membalas pesan tersebut, lebih baik langsung hapus saja, saran laman Security Metrics.

6. Tidak menginstal aplikasi yang bisa melindungi dari malware
Semakin sering kita menggunakan internet, semakin rentan kita terpapar malware. Oleh karena itu, kita perlu melindungi diri, salah satunya dengan mengunduh Lookout Mobile Security. Program ini bisa memberi perlindungan lengkap dan komprehensif dari serangan malware, jelas laman Lifehack.Dengan ini, kamu bisa memindai aplikasi dan file dari virus dan spyware, melindungi dari ancaman selama browsing, dan memungkinkan pengguna mengontrol aplikasi yang bisa mengakses data pribadi. Lookout Mobile Security tersedia untuk perangkat iOS, Android, dan Kindle.

7. Tidak memasang password untuk keamanan perangkat
Perlindungan terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan memasang password atau kata sandi pada layar kunci, aplikasi, dan file. Ini berguna untuk mencegah orang lain mengakses informasi pribadi tanpa izin kita dan melindungi dari spyware, ungkap laman Lifehack.Kata sandi berguna untuk melindungi gadget ketika kita tanpa sengaja meninggalkannya di tempat umum. Lebih aman memakai sidik jari (fingerprint) atau retina mata untuk membuka lockscreen alih-alih kata sandi berupa angka. Jangan lupa untuk mengunduh aplikasi find my phone untuk melacak lokasi GPS agar kita bisa mendapatkan ponsel kembali jika suatu saat hilang.

Demikianlah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga smartphonemu dari serangan malware. Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Trik Menghilangkan Garis Pada Layar Ponsel

Tue Jun 30 , 2020
Berita Terbaru Gadget Mungkin kamu pernah mengalami saat ponsel atau smartphone-mu tiba-tiba menampilkan suatu garis, entah itu horizontal atau vertikal? Maka itu menunjukkan kalau layarmu bermasalah dan permasalahan ini bisa datang dari hardware ataupun software.Jika datang dari hardware, cara termudah dan biasanya paling sering dikatakan oleh mereka penyedia jasa perbaikan […]
Trik Menghilangkan Garis Pada Layar Ponsel